
Mungkin Tuhan sengaja mahu kita berjumpa dengan orang yang salah
sebelum menemui insan yang betul supaya apabila kita akhirnya
menemui insan yang betul, kita akan tahu bagaimana untuk bersyukur
dengan nikmat pemberian dan hikmah di sebalik pemberian tersebut.
Apabila salah satu pintu kebahagiaan tertutup, yang lain akan
terbuka tapi lazimnya kita kita akan memandang pintu yang telah
tertutup itu terlalu lama hinggakan kita tidak nampak pintu yang
telah pun dibukakan untuk kita. Kawan yang paling baik ialah
seseorang yang anda boleh duduk didalam buaian dan berbuai bersama
tanpa berkata apa-apa pun dan kemudian berjalan pulang
dengan perasaan bahawa itulah perbualan yang paling hebat yang
pernah dialami.
Memang benar kita tidak tahu apa yang telah kita punyai sehinggalah
kita kehilangannya dan juga benar bahawa kita tidak tahu apa yang
kita rindukan sehinggalah ‘ia’ datang memberi seseorang .Seluruh
cinta anda bukanlah satu kepastian yang mereka akan menyintai anda
kembali! jangan harapkan cinta sebagai balasan.nantikan sahaja ia
untuk mekar di dalam hati mereka tapi sekiranya ia tidak
,pastikanlah ia terus mekar di dalam hati anda. ia cuma mengambil
masa seminit untuk jatuh hati pada seseorang, satu jam untuk
menyukai seseorang,satu hari untuk menyintai seseorang tetapi ia
mengambil masa sepanjang hidup
untuk melupakan seseorang.
Jangan pandang kepada kecantikan kerana boleh jadi ia palsu,Jangan
kejar kemewahan kerana ianya akan susut,
carilah seseorang yang membuatkan anda tersenyum kerana ia cuma
memerlukan sekuntum senyuman untuk mencerahkan hari yang
suram.Carilah yang membuat hati anda tersenyum. akan tiba satu
ketika di dalam kehidupan apabila anda teramat rindu seseorang
sehingga anda ingin mengapainya dari mimpi anda dan memeluknya
dengan sebenar.
Mimpilah apa yang anda ingin mimpikan , pergilah kemana – mana yang
ingin anda tujui dan jadilah apa yang anda inginkan kerana anda
hanya memiliki satu kehidupan dan satu peluang untuk melakukan semua
perkara yang ingin anda lakukan.
Semoga anda memiliki kebahagiaan yang cukup untuk membuatkan diri
anda menarik, percubaan yang cukup untuk membuatkan anda
kuat, kesedihan yang cukup untuk memastikan anda seorang insan dan
harapan yang cukup untuk membuatkan anda bahagia .
Selalu bayangkan diri anda di dalam kasut seseorang,jika anda rasa
ianya menyakitkan anda, fikirlah ia mungkin menyakitkan
orang lain juga.Kabahagiaan seseorang manusia tidak semestinya dalam
memiliki semuanya yang terbaik. mereka hanya membuat yang terbaik
dalam hampir apa saja yang datang di dalam perjalanan hidup mereka.
Kebahagaiaan terletak kepada mereka yang menangis ,mereka yang
terluka , mereka yang telah mencari dan mereka yang telah
mencuba. Hanya mereka yang boleh menghargai kepentingan manusia yang
telah menyentuh hidup mereka.
Cinta bermula dengan senyuman, mekar dengan ciuman dan berakhir
dengan tangisan. Masa depan yang cerah sentiasa berteraskan
kehidupan yang lalu yang telah dilupakan. Anda tidak boleh
meneruskan kehidupan dengan sempurna sehingga anda melupakan
kegagalan dan kekecewaan masa silam.
Semasa anda dilahirkan, anda menangis dan orang disekeliling anda
tersenyum. Teruskanlah hidup anda supaya apabila anda mati
nanti, andalah yang akan tersenyum dan orang sekeliling anda pula
yang akan menangis.
Wassalam

like it!
hahhaks..mmg btl…
x smua impian itu indah..
adehss asal rs sedih lak aku ni hu3 pape pun luv it lala
btl 2…
i love it,,,,,
Sy rindukan seseorg, sy ingin sgt Tuhan temukn kembali sy dengan dia….dan yg buat sy tersenyum dlm tempoh sebulan ni bulu mata sy beberapa kali gugur…hehe…org kate, lau bulu mate gugur, ade owg rindu…hehe…atau pun yg sebenarnye bulu mate sy sedang mengalami keguguran…haha! keguguran bulu mate!
salam. minta izin meletak entri indah ini dalam halaman saya.
aku pernah dicintai dan juga pernah nnelukai insan yang pernah nnenyanyangi aku sepenuh hati nnaafkan aku kerana buat kau terluka_kini kebahagian aku annat aku nanti>>>nnaafkan aku >>>nnaafkan aku>
Good Stuff!
kini aku msh menunggu akan datangnya cinta sejati….. bila sudah tiba saatnya nanti aku kembali semoga aku akan berjumpa dgn ENGKAU YA RAB
bahagianya rasa nurani bila diri disayangi…
bg aryn , the best thing is doa pd tuhan dan usaha lebih lg kepada doa… jika kamu muslim, kamu blh buat solat hajat n tak lupa juga smyng istikarah.. minta petunjuk dr nye… inshallah
Cinta,
cinta memang sebuah kata yang membingungkan, maknanya sangat meluas,seiring pemikiran dan perasaan orang yang merasakannya.namun yang pasti cinta itu sebuah anugrah yang terindah yang dilimpahkan untuk semua makhluk-Nya. Dan cinta yang hakiki akan selamanya abadi di dua kehidupan yaitu ketika kita mencintai-Nya
betullah cinta….sakit,sedih.senyum,bimbang dan rindu
ish!!…
kini sy amat menyayangi seseorg,tp dy lbh menyayangi org lain..rasa sejuk mata memandang,tenang,bahagia bila pandang wajahnya…rndu bla x jmpa…adakah ini dinamakan cinta????tp sy trikat dgn teman lama..sy menjadi lemah dgn sesama manusia..yang pasti sy lbh yakin dgn cinta illahi
aku perna dicintai tp aku yg menghianati,..
aku jg perna mencintai tp aku yg dihianati..
cinta memang membingungkan…
erm…ieya sgt cedih=)
berdosa ker mcintai seorang lelaki???? hinggakan hanya kepahitan yang aku rasai?
mmmmmm.,.
web nya bagus bgt isinya.. like to join here anytime
aku pencinta sejati namun aku di hianati oleh orang yang mencintai aku, apakah aku hrus berlalu sepanjang hidup ku ini atau apa? balas
wee, ngono tow……….
cinta itu indah,,jika didasari oleh keimanan..
bercinta biar satu,
haram jadi dua,mustahil jadi tiga,
kalau empat tak mengapa sebab sunnah nabi…
aku yang tak tahu erti kejujuran..
love…..love…………what the meaning?????????????????susah banet ceeeeeee ngertiin……………….
gue gak mau kalian asal bicara cinta padahal kalian sendiri gak tau artinya cinta. goblok tuh. atau kalian malah orang-orang yang pernah stres gara-gara cinta?
film aac bagus juga meskipun novelnya kental akan ekspresi narsisme dan egomaniacal dari penulisnya yang dikemas dalam eksibisme kesalehan dan kealiman. Menurut gua cerita di novel aac merupakan dakwah islami sekaligus keinginan bawah sadar dari penulisnya untuk dipuja-puja. digila-gilai , dipuja2kaum wanita. Sebuah obsesi yang tidak mencapai kenyataan, akhirnya diproyeksikan dalam bentuk novel. Mungkin penulisnya pengen banget jadi nabi Yusuf. Dipenjara, difitnah, jago ngaji,ganteng, sholeh, alim dan dikejar-kejar cewe-cewe. Mantaaap hehehe
cinta…. macem** rasanya
flm yg membwt org mnjd respon ma ne film . . .
membwt org mjd terpaku . .
membwt org mjd terharu, , , ,
termasuq akuwwwhh . . ..
cinta…
cinta memang sulit tuk di ungkapkan,
tak seindah bayangan semata….
….alangkah pentingnya tuk mengawali cinta dari dalam diri kita sendiri.mendekatkan pada ILLAHI karna cinta sejati adalah di akherat nanti….
RUH YANG TERLEPAS
DARI TUBUH “AYAT-AYAT CINTA”
Oleh: Ahmad Baequni*
Saya mungkin bukan termasuk pelahap novel-novel tebal.
Apa lagi dengan lembar halaman yang lebih dari
ratusan, sangat jauh dari jangkauan minat baca saya
pribadi. Namun suatu ketika, seorang teman
menceritakan sebuah novel “pembangun jiwa”: demikian
salah satu kutipan dari kata-kata prolog yang ada di
novel Ayat-ayat Cinta karya Habiburrahman El-Shirazy,
layak untuk dibaca oleh saya. Secara kebetulan adik
saya mempunyai novel tersebut. Tanpa tendeng
aling-aling, saya pun berusaha untuk membaca novel
Ayat-ayat Cinta. Meskipun pada awalnya saya kurang
begitu yakin dengan semangat membaca saya. Hari itu
juga saya fokuskan untuk melahap novel ini dengan
mengorbankan rutinitas dan jadwal saya pribadi. Dalam
waktu semalam, alhamdulillah saya telan kalimat demi
kalimat, mulai dari halaman awal sampai akhir tanpa
ada yang tersisa. Di bagian-bagian tertentu dari
cerita yang dituturkan novel tersebut, kadangkala
airmata saya tanpa disadari berjatuhan. Padahal, saya
bukan tipe laki-laki yang gampang menitikkan airmata.
Pada kesimpulannya, saya mengagumi rangkaian cerita
yang ada pada novel Ayat-ayat Cinta. Saya pun tak bisa
memungkiri, bahwa pengarang novel Ayat-ayat Cinta ini
adalah salah satu di antara novelis besar yang
dipunyai negara kita. Luar biasa dan tak tertandingi
(untuk saat ini) sebagai deretan kelahiran sebuah
“maha karya” novel Indonesia. Terkadang hati saya
masih menyimpan pertanyaan dengan tokoh utamanya:
Fahri. Apakah Fahri itu benar-benar ada atau
“seseorang” dari sekedar kisah imajinasi saja.
Selanjutnya, saya selalu menceritakan kepada
teman-teman, betapa ruginya bila tak sempat membaca
apalagi mengabaikan novel tersebut.
Ayat-ayat Cinta, secara keseluruhan tidak hanya sebuah
karya sastra semata. Di balik itu terkandung
nilai-nilai ajaran agama Islam dalam interaksi sosial
budaya, pergaulan, wawasan ilmu pengetahuan dan banyak
lagi hikmah yang bisa ditemukan di novel Ayat-ayat
Cinta. Pengarang berhasil menghanyutkan pembaca dengan
sentuhan-sentuhan yang normal dan rasional sekaligus
religius. Sebagai pembaca kita terbawa ke alam Mesir,
bagaimana cuaca di sana hampir sempurna dapat
disampaikan oleh Habiburrahman, sampai-sampai kita
akhirnya menjadi tahu bagaimana strategi meredam emosi
bila terjadi perselisihan atau perang syaraf
orang-orang Mesir: bersholawat kepada Nabi SAW. Aroma
padang pasir yang disuguhkan novel ini pun seperti
benar-benar memanggang adneraline kita pada
“sekumpulan uap” kisah kehidupan Fahri (tokoh utama)
sesungguhnya. Bagaimana perjuangan seorang mahasiswa
Indonesia yang tengah berada di perantauan yang pada
akhirnya mendapatkan buah kebahagiaan atas perjuangan,
kejujuran dan ketaatannya pada ajaran agama. Alangkah
indah ketika sebuah percintaan digambarkan
pengarangnya tanpa melibatkan “ruang seksualitas”
secara vulgar dengan tidak mengurangi romantisme cinta
itu sendiri. Walhasil, novel ini menjadi maha karya
dan juga mendapat sambutan luar biasa dari pembaca di
Indonesia.
Keberhasilan novel Ayat-ayat Cinta dalam meramu
seluk-beluk perjalanan seseorang, menurut saya adalah
prestasi tersendiri bagi penulisnya. Ini dibuktikan
dengan karya-karya novel Habiburrahman yang lain.
Dibandingkan semua karya Habiburrahman, hanya
Ayat-ayat Cinta-lah yang paling fenomenal. Meskipun
karya yang lain hampir tak jauh beda dari gaya
penulisan Ayat-ayat Cinta. Perhatian masyarakat pun
tak terbendung dengan kemunculan film berjudul
Ayat-ayat Cinta, yang diadaptasi dari judul novel
aslinya, garapan sutradara muda Hanung Bramantyo.
Animo masyarakat pun begitu besar terhadap film ini.
Hampir seluruh bioskop yang memutar film Ayat-ayat
Cinta, dalam kurun waktu satu minggu lebih dari
penayangan perdananya, tak pernah sepi dari barisan
panjang penonton yang dihinggapi rasa penasaran. Saya
pun mencoba “membaca” kembali Ayat-ayat Cinta melalui
layar lebar. Sengaja saya mengulur waktu untuk
menonton agar bisa menikmati sekaligus konsentrasi
terhadap filmnya tanpa terjebak antrian. Tapi, harapan
saya tak terkabul. Tetap saja, hari ke delapan dari
pemutaran perdana di daerah (kota saya, Cirebon), saya
masih harus rela berdesak-desakan di antara antrian
yang lumayan melelahkan.
Saya mencoba menikmati setiap adegan demi adegan,
scene demi scene dalam film tersebut. Ingatan saya pun
harus bekerja secara ekstra untuk menguras ulang
lembaran novel yang pernah saya baca. Dalam
“perjalanan” menonton film Ayat-ayat Cinta, perasaan
saya agak terganggu dengan semua hasil garapan Hanung
ini. Beberapa di antara pemain yang melakonkan peran
hampir tidak mewakili (sangat jauh) dari karakternya.
Peran “Ke-sholeh-an” Fahri sebagai tokoh utama pun
dibiarkan sia-sia, terlantar begitu saja. (perlu
diingat, sosok Fahri adalah salah satu di antara daya
tarik keunikan novel Ayat-ayat Cinta) Padahal, ada
kesempatan atau lebih gampang menyebutnya cara lain,
untuk menunjukkan “aura” ketaatan seseorang bukan
hanya dengan alat butiran tasbih. Di sini, Hanung
hanya mengandalkan “kegiatan wirid” memakai tasbih
sebagai pondasi dari karakter kesholehan seorang
Fahri. Establishing Shot (shot yang menjelaskan
keseluruhan dari suatu tempat) tertentu yang terkesan
serampangan, tidak mencoba diciptakan dengan
imajinatif dan akurat. Seperti Establishing Flat atau
apartemen Fahri, hampir informasi tentang lingkungan
tersebut tidak bisa dijelaskan karakteristik
tempatnya, keadaan lingkungan, informasi sosial budaya
dan lain-lain, malah bertolak belakang dengan yang
diceritakan oleh novelnya. Asumsi saya akhirnya
menganggap bahwa film ini terkesan dibuat “kejar
tayang” karena termotivasi oleh ambisi akan
“keuntungan” lantaran fenomenalnya novel Ayat-ayat
Cinta. Dengan demikian justru banyak yang terlepas
bahkan hilang dari tubuh berupa “Ruh” novel Ayat-ayat
Cinta. Sangat disayangkan ketika sebuah karya yang
baik dan bagus kemudian diadaptasi dalam bentuk media
lain, disuguhkan dengan mengesampingkan faktor-faktor
dramatis kisahnya, karakteristik tempat, efek
pendukung, karakter tokoh dan lain sebagainya. Yang
mana penonton adalah pembaca yang sebelumnya lebih
awal “mengenal” tokoh dan alur cerita tersebut. Sebuah
keharusan bagi seorang sutradara ketika hendak
mengadaptasi naskah novel menjadi kerangka film supaya
dapat “menangkap” wilayah-wilayah tertentu seperti
memilih suasana pendukung yang tepat, setting lokasi
dan karakter setiap tokoh agar sedekat mungkin
mewakili rasionalitas yang sudah ditampakkan oleh
novel aslinya. Sehingga kedahsyatan novel Ayat-ayat
Cinta dapat pula dinikmati berupa “keajaiban” akan
kisah dramatis serta kesempurnaannya pada layar lebar.
Saat-saat putaran cerita masih berjalan, kejanggalan
gambar makin tumpang tindih, kemudian ada saja yang
membuat saya prihatin dengan adanya scene kronologi
kejadian ditabraknya Maria. Hampir dipastikan adegan
pada scene tersebut menjadi satu-satunya adegan
sepanjang durasi film Ayat-ayat Cinta yang paling
memalukan untuk disaksikan. Adegan yang biasa kita
temui di sinetron-sinetron televisi, kini dapat kita
temui pada garapan Hanung Bramantyo ini. Pada bagian
menjelang akhir film pun, lagi-lagi, saya terusik
dengan sesuatu yang lepas kendali dari pantauan sang
sutradara maupun editor, dimana kesalahan tersebut
bisa dikatakan “mengganggu” indera pendengaran. Saya
menemukannya justru ketika menonton kembali film
Ayat-ayat Cinta untuk kali kedua. Kesalahan tersebut
terdapat dalam ucapan pada saat adegan prosesi
pernikahan Fahri dengan Maria (digambarkan Maria saat
itu masih terbaring di tempat tidur). Ada kata-kata
yang diucapkan –walaupun sebatas bagian dari ornamen
film, menjadi semacam OS (Off Scene= penunjuk untuk
unsur suara, hanya terdengar akan tetapi sumbernya
tidak ditampakkan)- justru menurut saya salah
penempatan. Yang dinikahkan pada saat itu adalah Fahri
dengan Maria, namun mengapa –meskipun sayup-sayup tapi
masih terdengar dengan jelas- adalah yang terlontar
justru kata-kata menikahkan Fahri dengan A’isyah.
Agaknya sang sutradara atau editor (entah mengabaikan
atau tak sengaja atau memang tak mengerti pemahamannya
tentang makna bahasa arab), memakai suara ucapan itu
kembali sebagai suara latar pernikahan Fahri-Maria
yang diambil dari ucapan pernikahan Fahri dengan
A’isyah. Kesalahan inilah yang melengkapi kekecewaan
saya sebagai pengagum dari novel Ayat-ayat Cinta.
Tergesa-gesanya penggarapan film Ayat-ayat Cinta tanpa
disadari penulis novelnya, Habiburrahman El-Shirazy,
yang mengakibatkan banyak bagian tertentu layaknya
“adonan film dan sinetron”, telah menorehkan “tinta”
kekecewaan kepada penggemar, terutama saya pribadi.
Untungnya film Ayat-ayat Cinta ini terbantu dengan
kehebatan (Best Seller) novel Habiburrahman dengan
judul yang sama terlebih dahulu. Bila saja tidak lahir
novel tersebut, sudah barang tentu “nasib” film
Ayat-ayat Cinta garapan Hanung Bramantyo sama halnya
dengan sinetron Indonesia pada umumnya. Akan tetapi,
bagaimanapun juga kita harus bersyukur, bahwa apa yang
dilakukan MD entertainment (sebagai backing
terwujudnya film Ayat-ayat Cinta) memberikan energi
baru bagi Hanung Bramantyo untuk belajar banyak
tentang pembuatan film-film berkualitas. Dengan tidak
mengurangi kebanggaan saya menatap kebangkitan
perfilman kita, film Ayat-ayat Cinta hendaknya menjadi
salah satu “lokomotif” penggerak bagi gerbong-gerbong
“wajah” film Indonesia yang tengah tertidur pulas.
Setelah film “Ada Apa Dengan Cinta”, Ayat-ayat Cinta
merangsang kembali aroma bioskop yang lenyap di
nusantara ini. semoga “Dosa-dosa naskah” dalam
penggarapan film Ayat-ayat Cinta menjadi bahan
evaluasi bagi sutradara-sutradara lain agar mampu
menyuguhkan kepada masyarakat Indonesia film dengan
kualitas dan mutu sebagai film layar lebar, bukan
sinetron yang diputar di bioskop. Semoga..
*penulis adalah pengamat film, Ketua Divisi Perfilman
di Komunitas Seniman Santri (KSS) Cirebon.
Identitas penulis:
Nama lengkap : Ahmad Baequni
NIK/NIKS : 320926 190775 0658
Alamat : Babakan Rt. 01/04 No.01
Ciwaringin Cirebon Jawa
Jawa Barat 45167
Status : pekerja Seni
Contact Person : 081320216620
emm..first time baca menarik..saya pun dalam percintaan..yg byk saya tgh harungi dan akan harungi..insyAllah berakhir ngan ikatan yang sah..Amin.
Mei’ 2008
Bismillah
KISAHKU
Sore hari setelah hujan reda, sembari menunggu suami pulang KKN aku mencoba meluangkan waktu tuk sejenak flash back kehidupanku.
Dulu sebelum aku menikah, aku adalah seorang wanita yang bekerja di suatu perusahaan KOSMETIK terkenal. Yang namanya di kosmetik, kita harus bersedia di tempatkan dimana saja. Dan pada waktu itu aku ditempatkan di luar kota tempat tinggalku. Aku seneng coz aku bisa banyak pengalaman & punya banyak teman baru.
Sebenernya agak-agak takut juga sih coz ini pertama kali aku merantau & aku sama sekali nggak punya teman di kota itu. Aku nekat aza karena aku yakin Alah azza wa jalla pasti akan melindungi hamba-hambaNya yang slalu ingat padaNya n aku juga berprinsip : “ siapa yang menanam kebaekan pasti dia akan menuainya, begitu juga sebaleknya “ (Az Zilzal 7-8) mungkin juga karena aku mempunyai kepribadian yang supel, so lama kelamaan aku punya banyak kenalan.Temenku di luar kerja kebanyakan cowok & mereka sangat baek n perhatian ma aku. Tiap kali diminatain tolong, mereka slalu ada buatku. Bukannya sombong/membanggakan diri, banyak yang bilang kalo wajahku tu cantiex & tubuhku sexy maybe karena itu mereka baek ma aku n mau mengambil hatiku. Temen-temen kosmetiku juga beranggapan sama kaya aku :” yang namanya cowok pasti baek ma cewek, palagi ma orang cantik+sexy kaya kamu…ya pasti mau berkorban apa aza demi tuk ngdapetin kamu”.aku sih no problem, selama mereka baek+sopan…why not? Prinsipku : “ lebih baek dicintai daripada mencintai” coz ku nggak pengen lemah gara-gara seorang cowox, dengan begitu kita tidak akan sakit hati hanya karena cowok.
Dengan banyak bergaul aku jadi tahu dunia luar yang banyak orang-orang melanggar syariat-syariat agamanya & berbuat banyak kemaksiatan seakan tidak takut dosa, seperti : pergi ke diskotik mabuk-mabukan, pacaran di luar batas (free sex),orang-orang kaya yang jajan di luar mencari daun muda yang padahal istri-istri mereka juga cantik-cantik & kelihatannya nurut sama suami. Di depan para istri, suami-suami itu seakan setia sama istrinya tapi ternyata di belakang mereka berbuat yang tidak sepantasnya, dan masih banyak lagi contoh-contoh yang lain. Mereka melakukan seperti itu hanya karena untuk memuaskan hawa nafsunya, untuk kesenangan dunia yang sesaat (Astaghfirullahal ‘adzim, Na’udzubillahi mindzalik). Padahal kita tahu bahwa dunia ini hanya bersifat sementara & kehidupan yang sesungguhnya adalah nanti di akherat (QS. Al A’la 17).
Setelah apa yang aku tahu tentang kehidupan luar, aku slalu berdo’a mohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala supaya aku mendapat jodoh yang baek soleh yang nantinya isa membimbing aku ke jalanNya, yang tahu agama karena orang yang tahu agama insya Allah tidak akan menyakiti keluarganya & supaya keluarga kami nanti menjadi keluarga samara (sakinah mawadah warohmah) yang diridhoi & diberkahi olehNya…amin. Aku berdo’a seperti itu karena sungguh MasyaAllah banyak sekali cobaan yang aku hadapi, palagi sebagai seorang yang bekerja di kosmetik yang tahu cara merias, merawat & mempercantik diri dengan baek yang menjadikan dandanan & penampilanku lain dari yang lain. Banyak cowok yang pengen deket ma aku termasuk para lelaki hidung belang, banyak rayuan & buaian yang mereka lontarkan menawarkan kesenangan-kesenangan semu supaya aku jatuh ke dalam pelukan mereka supaya tercapai apa yang diinginkan.
Alhamdulillah Allah sayang & mendengar do’aku. Aku mendapat jodoh yang soleh, sayang ma aku & baek ma keluarga juga menjaga hubungan baek dengan tetangga & teman-temannya. Dia merubah aku 180° yang tentunya dengan ijin Allah subhanahu wa ta’ala. Orang yang kenal aku & tahu gaya hidupku mengatakan : kalo aku ini mendapat Hidayah dari Allah subhanahu wa ta’ala. Aku yang dulunya suka tebar pesona, pakainnya sexy, seneng-seneng ma temen-temen, ngerjain cowox-cowox dan lain-lain. Sekarang insya Allah aku akan memperbaiki diri berusaha menjadi istri yang solekhah, pakaianku menutup aurat (bercadar) karena ada perintahnya (Qs. An Nur 31, Al Ahzab 33 & 59) nurut & melayani suami. Karena supaya aku mendapat pahala dari Allah subhanahu wa ta’ala & ada sebuah hadist mengatakan, Rosulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda : “ wahai istri-istri yang solekhah, masuklah kamu sekalian ke dalam surga lewat pintu mana saja yang kamu suka “. SubhannAllah betapa surga itu murah karena hanya dengan bertakwa kepada Allah subhanahu wa ta’ala & dengan ikhlas mengerjakan tugas-tugas sebagai ibu rumah tangga menjadi istri yang solekhah, kita bisa masuk surga. Sebaliknya neraka itu mahal karena dengan membeli miras, ngejablai/mboking cewek, menghambur-hamburkan uang bukan di jalan Allah dan lain-lain tidak sedikit uang yang harus dikeluarkan untuk itu.
Jujur waktu bekerja di luar kota, aku mempunyai pacar di kota asalku. Aku & dia bertemu 1 minggu skali, karena waktu aku libur kerja aku pulang ke kotaku & dia maen kerumahku. Padahal hubungan kami sudah lama terjalin tapi dia tidak pernah kasih kepastian akan dibawa kemana hubungan ini sampai suatu saat dia berkata jujur ma aku karena ortunya tidak setuju jika dia jalan ma aku, karena pekerjaanku.mereka melihat hanya dari luarnya saja, menganggap kalau orang kosmetik itu gaya hidupnya glamour sukanya menghambur-hamburkan uang. padahal tidak semua orang kosmetik begitu. Aku tahu itu hanya sebagai alasan saja karena yang ortunya inginkan sebenarnya supaya anaknya dapet orang yang lebih baek sedrajat karena emank jabatan dia di kantornya lumayan tinggi. tapi dia sangat sayang & nggak ingin berpisah denganku, dia minta waktu untuk meyakinkan ortunya. Mendengar alasan ortunya, aku jadi males ma cowoxku itu & aku minta supaya hubungan kami break dulu. Selama aku break ma cowoxku, tanpa terasa ada yang mencuri hatiku. Dia sangat perhatian ma aku, apa yang aku mau slalu dituruti & aku merasa cintanya tulus ma aku. Tapi dia nggak pernah mau ungkapin perasaannya ma aku & akupun menganggapnya sebatas teman yang slalu siap menolong aku, untuk mengisi kekosonganku akupun sering jalan ma dia. Akhirnya aku & cowoxku memutuskan jalan sendiri-sendiri karena percuma menjalin hubungan yang nggak ada ujungnya. Setelah aku putus, aku smakin deket ma cowox itu tapi aku nggak hubungan tanpa status nggak ada kejelasan. Ada cowox laen lagi yang menyatakan cintanya padaku, cowox itu da lama kukenal tapi baru kali ini kami sempet jadian. Dia sayang banget ma aku, mau antar jemput aku 1minggu skali & pintar mengambil hati ortuku. Kamipun sempet jalan beberapa bulan karena setelah itu dia nggak ada kabarnya.
Aku bosan & merasa jenuh dengan apa yang aku alami, aku curhat ma pamanku yang seorang ustad. Pamanku menyarankan aku supaya segera menikah untuk menghindarkan diri dari dosa-dosa. Setelah aku merenung & berpikir akhirnya akupun menuruti kata pamanku, dan aku minta supaya pamanku yang mencarikan pendamping hidup buatku. Dari sinilah aku dikenalkan suamiku, kami kenal 2 minggu dia langsung melamarku. Nggak tahu knapa hati merasa mantap sehingga aku mau menerima lamarannya. Kami knal tgl 9 feb’08 & menikah tgl 9 mrt’08. Setelah aku trima lamarannya banyak sekali coba’an yang datang. yang tadinya nggak ada kabar tiba-tiba muncul meminta maaf & menjelaskan alasannya. Yang dulu ja’im ungkapin isi hatinya, dia ungkapin & jlasin knapa dulu nggak mau mengungkapkannya, sedang mantanku yang pertama dia nyesel karena nggak isa meyakinkan orutnya sampai-sampai dia sakit tahu aku mau married. Tapi semuanya sudah terlambat, penyesalan mereka tak ada gunanya. Apapun alasan mereka aku tetap pada pilihanku yang insya Allah baek bagiku.
Pernikahan kamipun berlangsung alhamdulillah lancar-lancar aja tanpa ada kendala apapun. Tapi yang namanya hidup pasti tidak akan berjalan mulus, palagi sebuah rumah tangga pasti di dalamnya akan banyak coba’an yang harus kami hadapi. Ternyata benar, nggak lama kami nikah temen-temen cowoxku dulu masih banyak yang menghubungiku termasuk mantan cowoxku yang sms kadang masih inget aku. Alhamdulillah suamiku orangnya sabar & memaklumi gangguan-gangguan itu.
Semoga Allah subhanahu wa ta’ala mau menerima tobatku & merahamati keluarga kami…amien.
Pernikahan kamipun berlangsung alhamdulillah lancar-lancar aja tanpa ada kendala apapun. Tapi yang namanya hidup pasti tidak akan berjalan mulus, palagi sebuah rumah tangga pasti di dalamnya akan banyak coba’an yang harus kami hadapi. Ternyata benar, nggak lama kami nikah temen-temen cowoxku dulu masih banyak yang menghubungiku termasuk mantan cowoxku yang sms kadang masih inget aku. Alhamdulillah suamiku orangnya sabar & memaklumi gangguan-gangguan itu.
Semoga Allah l mau menerima tobatku & merahamati keluarga kami…amien.
gw baru sadari,menyintai seseorang jangan pernah meminta balasan sepeserpun…..hadapi dengan senyuman walaupun sangat memukul di hati….karna semua itu ada hikmah,proses hidup…..dan elemen2 yang anda tidak pernah tahu…..anda akan tahu dengan anda bersikap sabar,tenang,berfikiran positif,,,pikiran2 itu lah yang membuat anda bertahan sampai akhir hayat…..tetap lah anda tersenyum,,,jangan pernah anda mengeluh pada orang ataw teman2 anda….mengeluhlah pada sang pencipta….ALLAW SWT,,,dialah yang maha semuanya….semoga anda tetap terjaga……..
dia telah merubah htiku
dia memberikan inspirasi dihati
bagiku dialah segalanya………..
cinta tlah memberikan sebuah kebahagian,
tapi…..
kebahagian itu sangat singkat
dia tlah pergi
pergi jauh….
meninggalkan luka dihati
luka yang sangat pedih
kini dia udah bersama orang lain
mungkin mereka bahagia shingga dia lupa
dengan luka yang dia tinggalkan dihatiku
begitu cepatnya cinta memberikan sbuah kebahagian dan sangat cpt pula menimbulkan luka dan penderitaan dihati
cinta, itu tak bisa direncanakan, karna cinta itu fitrah…
cinta, tidak untuk dihilangkan, tapi harus dikendalikan..
itulah gunanya agama, memberi penerangan sebagai petunjuk jalan mana yang benar ataupun yang salah..
maka, cintailah seseorang yang jika kamu mencintainya, bisa menambah kecintaanmu terhadap Allah swt..
Skrg nih, aku lg kangen bgt ma seseorang, n aku lagi berusaha mengendalikan perasaanku..
Yg bisa aku lakukan, ku doakan dia, semoga ia selalu dalam lindunganNya dan ia terjaga dalam keistiqomahannya..
Semoga, apapun ketentuan Allah atas kami berdua, adalah yang terbaik, Amin..
assalamualaikum…
cinta itu nmg indah, tapi ad gak sgrintr shngga iyanya kcwa hngga kni..wlau cm mnapun kta sbagai manusia knk lh berfkran jerni sbab cinta ni..adalh angera dari allah s.w.t jtru itu kta hrus lah bertindk scra pstif bkun ngtif..insya allah cinta kta akan menjdi smprna..
yang bnar (sha_roy03).
cinta memang awal dari senyuman tapi tak selamanya berakhir dengan tangisan.
bila kita selalu mengerti akan cinta insya ALLAH akan selalu bahagia.
cinta dapat merubah seseorang yang buruk menjadi seseorang yang baik dan pla sebaliknya .
oya….aku sangat suka baged dengan renungan yang telalh aQ baca di atas